Jumat, 18 Oktober 2013

MENJADI PINTAR SAJA TIDAK CUKUP


Banyak yang belajar hanya untuk menjadi pintar. Banyak pula yang berpendapat bahwa pelajaran dan pendidikan dilakukan agar kita bisa menjadi pintar. Tapi apa betul menjadi pintar dan pandai saja sudah cukup?

Cerita di bawah ini adalah contohnya:

Cerita 1
“Siapa yang sudah selesai makan boleh bermain masak – masakan” kata ibu.
”Asyik... Zahrah yang sudah selesai makan bergegas turun mengambil mainan.
Sementara Kakak yang belum selesai berkomentar “Zahrah, sudah minum dan cuci tangan belum?”…
“O ya…”. Zahrah kemuduan mencuci tangan.
Saat Zahrah mencuci tangan si kakak mengambil mainan yang ditinggalkan Zahrah.
Tak lama setelah itu terjadilah keributan.

Cerita 2
Wawa suka sekali dengan Kucing. Suatu hari ia menemukan kucing kecil yang lucu…
“Ibu, bolehkah Wawa memelihara kucing?”
Ibu menjawab "Wawa, kalau Wawa bisa mengurus kucing sendiri, Wawa boleh memeliharanya”.
Wawa diam, tapi sepanjang jalan ia terus memikirkan kucing tersebut.

Manusia memliki akal, nafsu, dan hati. Akal digunakan untuk berfikir, mencoba menyelesaikan suatu permasalahan berdasar pengalaman dan ilmu, melihat kejadian di lapangan, mengumpulkan fakta, dll. Manusia juga memiliki keinginan – keinginan dan kecenderunga – kecenderungan yang sering disebut sebagai nafsu. Manusia meiliki raa, dapat merasakan sedih, cemas, takut, dll bergantung dari keadaan yang sedang berlangsung.

Jika kita tidak terdidik, kita akan menggunakan akal dan perasaan kita untuk membenarkan keinginan – keinginan kita. Terjadilah pembenaran yang jauh dari kebenaran (Lihat cerita 1).

Jika perasaan kita tidak terdidik, kita akan berusaha mengendalikan keinginan – keinginan berdasarkan alas an – alas an yang diterima akal kita, namun kita merasa sedih, tidak puas, dan depresi. Terjadilah keterpaksaan bukan ketulusan (lihat cerita 2).

Jika kita tidak dapat mengendalikan nafsu dan perasaan kita, kita akan sulit untuk menerima dan menerapkan kebenaran. Itulah sebabnya nafsu dan rasa perlu mendapatkan pendidikan.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar