Minggu, 15 Maret 2020

corona

Ya Allah...  tolonglah kami, lindungilah keluarga dan negeri kami serta org2 di dalamnya. 

Beberapa bulan ini dunia dihebohkan dengan covid 19, dan beberapa hari ini negerikupun ikut dihebohkan denagnnya. Terlebih lagi di kota tempat ku berdomisili sudah ada yg positif terkenanya. Sampai semua sekolah harus diliburkan. 
Pesan wa berdatangan isinya semua tentang virus ini. Saat ini sy sedang batuk, sedikit khawatir juga dan bertanya2 apakah sy kena juga? Tapi semua kutepiskan. Insya Allah, Allah senantiasa melindungiku dan keluargaku. Kukuatkan diriku demi anak2. Semoga yang menimpaku hanya batuk flu biasa seperti yang selalu kualami. 

Kekhawatiranku juga karena teringat akan datangnya kegelapan dan tidak adanya makanan dan minuman seperti yg dijelaskan di salah satu ceramah yg kudengar kmrn. Termasuk corona ini salah satu dari padanya yg merupakan tanda akhir jaman dimana penduduk bumi akan berkurang. 

Kalau sekarang dilarang untuk keluar rumah tp dlm rumah masih ada makanan dan minuman. Rumah masih  nyaman dimana segala hiburan bisa dinikmati. 
Tp tak terbayangkan ketika dukhan muncul...  Ya Allah lindungilah kami. 

Semua merupakan takdir mu Ya Allah... lindungikah kami semua. 

Semoga semua ini segera berlalu....

Rabu, 26 Februari 2020

Kearsipan

Arsip :
1.pilah :
A. Mana yg arsip
     Mana yg non arsip
B. Unit kerja mana
C. Kegiatan apa
D. Tahunnya

  1. Ditata : Urut kan tahunnya dan pencipta, klaaifikasi masalah, Isi informarsi, dan daftar arsip nya
Daftar arsip perhatikan

3.dinilai :
Daftar arsip musnah 
Daftar arsip permanen 
Daftar arsip inaktif 

Menghitung kebutuhan sarpras 
Koefisien arsip --->>> 12

P x l x t x koef.arsip 
= volume arsip x koef arsip

Folder : volume arsip x 100 x 1 folder : tebal arsip

Box : va x 100 x 1 box : tebal box
Besar : 20 cm, kecil 10 cm

Rak: vol.arsip x 1 rak : Isi shelv/trap

1 ml = 5 box besar atau 10 box kecil = 13 ordner (te al 10 cm)

1m3 : 12 mil (m3 = pxlxt)

Lama Hari : vol.arsip x 1 hari : kemampuan rata2/org


Renungan

Bagus utk di renungkan🙏🙏🙏         
...... Kisah berikut ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga....

Seorang putra tidak suka tinggal di rumah, karena ayah ibunya selalu ‘ngomel’, ia tak suka bila ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini....

"Nak ! Kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."
“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton !

“Simpan pena yang jatuh ke kolong meja di tempatnya !”

Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja...

“Dalam hati dia berkata : "Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri.
Tak akan ada lagi omelan ibu ayah," begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, ayahnya berpesan :

“Nak ! Jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu. 

Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri....” 

Ayahnya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara....

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. 

Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel.

Dia geser gerendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan 
masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah.
Tapi ada air mengalir dari selang dan tak ada seorang pun disekitar situ.
Air meluap ke jalan setapak. 

Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Tak ada seorang pun di area resepsionis.
Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. ...

Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi.

Peringatan ayahnya terngiang di telinganya : 

"Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu ?"

Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.

Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima ?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" ... 

Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal. 

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong.

Terdengar suara kipas angin, dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong....

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain.

Sehingga tak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis....

Sesampainya di depan meja,  pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata :
"Kapan Anda bisa mulai bekerja ?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu ?" 
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan ?" tanya sang boss lalu melanjutkan : 

"Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini. 

Sebab hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun. 

Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut...

Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon...

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yg dilakukannya ketika melihat  gerendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", kipas atau lampu yang tak perlu...

Anda satu-satunya yang melakukan.
Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda !”

Hatinya terharu, dia ingat ayahnya....
Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ibu ayahnya. 

Kini dia menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yg ditanamkan orang tuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya...

Kekesalan dan kemarahannya pada ayahnya seketika sirna...

.....Hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini.......

Ayah ! Ma'afkan anakmu,  bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kepada ayahnya, dia akan ajak ayahnya melihat tempat kerjanya...
Dia pulang ke rumah dengan bahagia...

Apapun yang orang tua katakan pada anaknya,  adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik !

"Batu karang tak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya"...

Untuk menjadi pribadi  yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.

Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yang dipahat dan dibuang dari diri kita...

Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..

Tetapi ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya, untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya...

Ayah dan ibu adalah pahlawan, yang kasih sayangnya layaknya guru yang mendampingi anak sepanjang kehidupan...

Perlakukanlah orangtua sebaik-baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan...

Untuk dibagikan ke para orang tua dan anak-anak tercinta....

Semoga bermanfaat !

Sabtu, 24 November 2018

Tanda Bukti Perjanjian Tertulis (Perpres 70 Tahun 2012)

 Bukti Pembelian s.d. Rp. 10.000.000,-
 Kuitansi s.d. Rp. 50.000.000,-
 Surat Perintah Kerja (SPK)
    a. Konstruksi /Jasa lainnya s.d. Rp. 200.000.000,-
    b. Jasa Konsultansi SD Rp.50.000.000,-
 Surat Perjanjian
    a. Konstruksi /Jasa lainnya diatas Rp. 200.000.000,-
    b. Jasa Konsultansi di atas Rp.50.000.000

Minggu, 07 Agustus 2016

Hamba hanya manusia biasa. Ketika sesak, sedih dan kecewa menghampiri izinkan hamba menangis ya Allah. Ikhlaskan hamba menerima segala kehendakMu. Kuatkan hamba menghadapi semuanya. Semoga air mata kegetiran segera berganti dengan air mata kebahagiaan. Insya Allah

Minggu, 01 Mei 2016

Bunda

Buat para bunda

1. Bunda dilarang sakit. 
Semua anggota keluarga boleh sakit, dan Bunda yang akan merawatnya. Tetapi, Bunda tak boleh sakit, karena kalau Bunda sakit, maka rumah dan keluarga akan hancur berantakan. Bunda harus sehat selalu.

2. Bunda dilarang lama bepergian.
Kadang ayah bisa pergi dari pagi sampai malam tanpa kehebohan apa pun di rumah. Tapi jika bunda pergi dari 1 jam saja, anak-anak nyinyir bertanya "Bunda kemana? kok lama banget sih."

3. Bunda dilarang makan sendiri.
Sebagai ayah, saya selalu menikmati seisi piring sendirian. Tetapi anehnya, anak-anak selalu menganggap piring Bunda itu seperti piring seluruh keluarga; siapapun dapat mencomot dari sana. Atau sebaliknya, piring Bunda itu seperti tempat dimana semua anak bisa mengembalikan apa yang tidak disukainya ke piring Ibundanya

4. Bunda dilarang ke kamar mandi sendirian. 
Entah apa sebabnya, anak-anak yang tadinya sibuk dengan bermain sendiri atau bersama pun bisa mendadak mengikuti Bunda yang mau ke kamar mandi. Bahkan tenang bersendiri di kamar mandi pun seakan-akan tidak boleh.

5. Bunda dilarang tidur nyenyak. 
Ketika malam hari anak terbangun ingin ke kamar mandi, ingin minum susu, dan yang harus bangun adalah Bundanya. Ayahnya jangan dibangunkan nanti suara meninggi akan buat geger rumah 

6. Bunda dilarang menyelesaikan pekerjaan kantor
Baru mau mulai mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan dari kantor tiba-tiba si kecil minta ditemani menggambar, dibacakan buku cerita dan sebagainya. Baru mau mulai mengerjakan pekerjaan kantor si kakak sama si adek nangis karena berantem

Semangat selalu ya Bunda....InsyaAllah akan menjadi amal ibadahmu di akhirat nanti. Aamiin...

Selasa, 15 Desember 2015

Ikhlas

Namanya juga kita manusia, terkadang masih banyak kesalahan dan kekurangan kita
Kadang kita merasa kesal, merasa sedih, merasa marah, merasa tak dihargai dan takut
Seringkali kita merasa harus terlihat, dianggap hebat, seolah sempurna dan kuat
Bila berbuat yang baik kita ingin semua orang mengetahui dan memuji
Bila berbuat maksiat kita ingin dimaklumi, dimengerti, tak ingin diketahui
Namanya juga manusia, kita kadang lupa tujuan kita berbuat, karena siapa kita beramal
Karena bagi yang ikhlas, penilaian manusia tidak membuatnya kuatir juga bukan penyemangat
Karena bagi yang ikhlas, dia memantapkan, meluruskan hati, beramal sesuai tuntunan Nabi
Dan setelahnya dia tidak peduli lagi, dia lupakan semuanya, karena Allah pastilah mengingat
😊😊😊 ust. Felix Shiau